Rabu, 01 Mei 2013

master muai batu






 

 

Cara Pemasteran Burung Murai Batu

Jenis dan karakter kicauan murai batu  bermacam-macam. Menurut Om Herry Aceh di forum Murai Batu. karakter tersebut antara lain:
1. Murai Batu yang dominan ngerol.
2. Murai Batu yang dominan nembak
3. Murai Batu yang mengkombinasikan antara ngerol dan nembak

Om Herry selanjutnya mengatakan, jika kita dapat menilai karakter atau tipikal dari kicauan Murai Batu yang kita miliki, maka akan mudah bagi kita dalam memaster Murai Batu tersebut. Ada sedikit korelasi antara jenis dan tingkat ketebalan paruh dengan karakter kicauan dari Murai Batu, tapi perlu diingat, ini baru sebatas hipotesis. Murai Batu dengan paruh pendek dan tipis lebih berkarakter ngeroll, sedangkan Murai Batu dengan paruh panjang lebih berkarakter nembak.
“Jika kita sudah dapat memahami karakter kicauan Murai Batu kita, maka untuk memaster Murai Batu tersebut dibutuhkan penyesuaian jenis suara master agar Murai Batu dapat memaster suara masterannya dengan baik,” katanya.
Intinya, demikian Herry, Murai Batu akan lebih mudah dimaster jika kita dapat menyesuaikan jenis suara master dengan karakter kicauannya. Contoh kecil, jika kita memiliki Murai Batu dengan karakter ngerol, maka burung atau suara kenari yang juga berkarakter ngerol akan mudah dimaster ke Murai Batu. Demikian juga sebaliknya, jika Murai Batunya berkarakter nembak, maka suara kenari akan sulit dimaster ke Murai Batu tersebut.
Makanya jangan heran jika Murai Batu kita sudah lama ditempel dengan kenari, tapi suara kenarinya tidak masuk ke Murai Batu, malah suara lain yang lebih cepat masuk ke Murai Batu tersebut.

Berkaitan dengan persoalan memaster Murai Batu ini, saya menyampaikan tips untuk “penggila lomba”. Begini:
Kalau Anda sudah mengenali karakter suara Murai Batu Anda, maka jangan pernah diisi dengan beragam isian ketika waktunya memaster. “CUKUP DIISI DENGAN SATU ISIAN” saja. Katakanlah Murai Batu Anda sesuai diisi dengan suara Cucak Jenggot, maka isi saja dengan itu. Hilangkan semua suara lain yang merangsang Murai Batu untuk menirukannya. Tujuannya jelas, agar si Murai Batu mahir menyuarakan suara Cucak Jenggot tapi relatif “bego” mendendangkan suara lain.
Artinya, benar2 hanya suara Cucak Jenggot yang selalu ditembakkan Murai Batu Anda ketika digantang di lapangan. Dengan tanpa memiliki “referensi” lain, maka ketika Murai Batu Anda ngotot menyemprot lawan kesana kemari di lapangan, benar2 sangat monoton menyuarakan Cucak Jenggot. Tetapi itu luar biasa, akan terdengar sangat-sangat dominan.
Begitu juri melakukan kontrol (putar) pertama, dia akan ditarik perhatiannya pada suara Murai Batu Anda. Demikian pula halnya ketika kontrol kedua dan ketiga. Maka yakinlah bahwa Murai Batu Anda bakal mendapat nilai mentok dari semua juri (juri dalam kondisi “normal”).
Murai Batu seperti ini, kalahnya hanya oleh Murai Batu yang selalu nembak keras dengan suara variatif. Tetapi Murai Batu bersuara variatif yang bisa dikeluarkan semua di lapangan, adalah seribu:satu.
Tips ini saya sampaikan berdasar catatan saya atas penampilan Murai Batu orang Magelang (Borobudur namanya kalau saya tidak salah ingat; milik “Gank” New Armada) satu-dua tahun lalu. Dia menyabet favorit B karena dari awal sampai akhir selalu menembakkan suara LB (padahal bukan crecetannya, tetapi sekadar suara “cing-cing-cing”-nya). Tetapi pada akhirnya memang sangat2 terdengar mendominasi.

Memaster menggunakan burung burung hidup (burung pelatih) sebaiknya:
  • Untuk burung master yang memiliki typikal suara kencang seperti cililin, usahakan penempatannya tidak terlalu dekat dengan burung yang dimaster agar burung yang dimaster tidak kaget dengan suaranya yang keras
  • Usahakan Fokus pada satu masteran saja, jangan terlalu banyak agar burung yang dimaster bisa mempelajari lagudengan baik, selanjutnya boleh di ganti dengan masteran yang lain
  • Burung yang dimaster sebaiknya dikerodong agar suasana lebih tenang
  • Metode pemasteran dengan menggunakan burung hidup boleh setiap hari karena kita tidak bisa memastikan kapan burung pelatih tersebut berbunyi berbeda dengan perangkat elektronik yang bisa kapan saja bunyi.
  • Sebisa mungkin kita identifikasi typikal burung yang akan kita master apakah cocok dan sealur suaranya dengan burung pelatih, agar proses pemasteran tidak sia sia
Memaster menggunakan perangkat elektronik
  • Usahakan materi isian tidak lebih dari 3 jenis suara untuk satu kali periode pemasteran
  • Setiap satu jenis suara diberi jeda interval waktu berhenti minimal 60 detik kemudian lanjut lagi dan berhenti lagi begitu seterusnya
  • Tempatkan burung yang dimaster senyaman mungkin. boleh menggunakan krodong
  • Waktu yang baik untuk memaster sekitar pukul 19.00 s/d 21.00 malam dan 4.00 s/d 6.30 pagi
  • Pemasteran dilakukan setiap hari, sabtu dan minggu tidak dimaster untuk melihat apakah materi yang kita berikan sudah diserap atau belum, biasanya saat ngeriwik isian tersebut bisa di dengar
  • sesuaikan materi isian pemasteran dengan typikal burung yang di master

Jika burung yang kita master sudah bisa membawakan materi isian yang kita berikan kita bisa mencobanya dengan di trek bersama burung lain, biasanya suara suara isian tersebut akan dibawakan pada saat burung fight dengan burung sejenis.***



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar